Teori Budaya Organisasi
Perngertian Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah Esensi kehidupan dari organisasi itu sendiri. Yang dimana Orang-orang di dalam organisasi menciptakan jaringan mereka sendiri di tempat kerja.
Budaya organisasi ini teridiri dari simbol yang di miliki bersama sepeti dari tindakan mereka, rutinitas mereka, dan percakapan merkan terhadap sesama anggota organisasi.
Teori Budaya Organisasi
a. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.
Jadi dapa disimpulkan teori ini Budaya organisasi dapat mempengaruhi cara kerja dan prilaku anggota organisasi.
Sesuai dengan lingkungannya cara kerja dan prilaku anggota bagus atau tidaknya itu di pengaruhi dari sistem yang ada pada organisasi, Jika sistem pada organisasi itu menerapkan aturan ungtuk di siplin pasti anggota organisasi akan menaati dan terus menerapkan itu pada dirinya sehingga cara kerja dan prilaku anggota menjadi disiplin.
b. Menurut West dan Turner (2008), menyatakan bahwa Orang-orang adalah seperti laba-laba yang tergantung di dalam jaring yang mereka ciptakan di tempat kerja. Sebuah budaya organisasi terdiri atas simbol yang dimiliki bersama, dan tiap-tiap simbolnya memiliki makna yang unik. Kisah-kisah perusahaan, ritual, dan serangkaian ritusnya merupakan contoh dari budaya organisasi.
Jadi dapat disimpulkan semua orang tidak dapat hidup sendiri pasti mereka akan berkomunikasi dengan seseorang, komunikasi inilah yang akan menciptakan jaring di tempat kerja mereka,
Dengan cara berkomunikasi, berbagi cerita, dan saling mengutarakan pendapat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di tempat kerja. itu akan membuat jaringan di tempat kerja semakin kuat, karna saat kalian masuk suatu organisasi kali pasti akan mengalami pengalaman atau kejadi-kejadian yang membuat anda senang dan sedih dari itu kalian akan merasa ingin menceretakan pengalaman-pengalam yang kalian alami pada seseorang.
Fungsi perana budaya organisasi
Pemimpin memberi peranan penting dalam membentuk budaya kerja pada organisasi.karna pemimpin yang membuat aturan dan sistem dalam organisasi dan itu yang akan mempengaruhi/berdampak seperti :
Asumsi Teori budaya organisasi
Terdapat tiga asumsi yang mengarahkan teori budaya organisasi, ingatlah adanya kebaragaman dan kompleksitas dari kehidupan organisasi. Selain itu, pahamilah bahwa ketiga asumsi ini menekankan pandangan mengenai proses dari sebuah organisasi yang dikemukakan oleh Pacanowsky dan O'Donnell Trujillo ;
Performa Komunikatif
Pacanowsky dan O'Donnell Trujillo (1982) menyatakan bahwa anggota organisasi melakukan performa komunikasi tertentu yang berakibat munculnya budaya organisasi yang unik. Performa (performance) adalah metafora yang menggambarkan proses simbolik dari pemahaman akan prilaku manusia dalam sebuah organisasi.
Performa Ritual
West dan Turner (2008) menyatakan bahwa performa ritual adalah semua performa komunikasi yang terjadi secara teratur dan berulang-ulang. Performa Ritual terdiri atas empat jenis sebagai berikut ;
Saat kita memasuki sebuah organisasi dan telah lama disana pasti kita mempunnyai pengalaman-pengalaman yang ingin kita cerita kan pada seseorang entah itu pengalam yang mengembirakan atau pengalaman yang menyedihkan. Kisah kisah yang kita ceritakan ke orang lain itulah performa hasrat.
Seperti yang di katakan Vardiansyah dan Febriani (2017), dorongan manusia sejak lahir untuk terus berupaya menyampaikan pesan kepada manusia lain. Sepanjang hidup, manusia terus berkomunikasi. Didorong oleh naluri komunikasi dan naluri ingin tahu.
Pesan yang dimaksud ini adalah kisah-kisah pengalaman diri sendiri atau pengalaman orang lain yang pernah mereka alami dan menceritakannya pada orang lain bisa sebuah kata/tulisan seperti ini atau sebuah film layar lebar, dan juga bisa mendengan cerita langsung dari orang yang mengalaminya.
Performa Sosial
Merupakan perpanjangan sikap santun dan kesopanan untuk mendorong kerjasama di antara anggota organisasi.
Vardiansyah dan Febriani (2017) mangatakan bahwa naluri sosial yaitu dorongan yang dibawa manusia sejak lahir untuk hidup bersama dengan manusia lain, membuat manusia disebut makhluk sosial. Tidak ada manusia yang mampu hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan manusia lain. Namun, manusia juga memiliki naluri antisosial.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas manusia pasti berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhannya, dan manusa juga memiliki akal dan budi sehingga tau jika harus berkomunikasi dengan bersikap yang benar. Seperti bersikap sopan pada yang tua dan pada atasa di tempat kerja.
Performa Politis
Ketika budaya organisasi mengomunikasikan Performa politis, budaya ini sedang menjalankan kekuasaan atau kontrol. Ketika anggota organisasi terlibat dalam performa politis, mereka mengomunikasikan keinginan untuk mempengaruhi orang lain. Dalam organisasi untuk mempengaruhi menurut saya lebih efektik untuk menggunakan teori dua langkah.
Teori lebih efektif karena teori berpendapat bahwa orang lebih dipengaruhi orang lain dari pada langsung oleh media massa.
jadi maksudnya tidak hanya media massa yang mempengaruhi tetapi orang(opinion leader) juga mempengaruhi masyarakat, opinion leader ini yang akan menyebarkan/menjelaskan kembali pengaruh ke masnyarakat.
Performa Enkulturasi
Merujuk pada bagaimana anggota mendapat pengetahuan dan keahlian untukdapat menjadi anggota organisasi yang mampu berkontribusi.
DAFTAR PUSTAKA :
- McQuail, Denis; Windahl, Sven. (1993-Edisi 2). Commuunication Models for the Study of Mass Communication. Penerbib Longman
- Vardiansyah, Danni; Febriani, Erna. (2017). Filsafat Ilmu Konunikasi: Pengantar Ontologi Epistemologi Aksiologi. Penerbit Indeks
- West, Richard; Turner, Lynn H. (2008- terjemahan Edisi 3). Pengantar Teori Komunikasi: Analisi dan Aplikasi. Penerbit Selemba Humanika
Budaya organisasi adalah Esensi kehidupan dari organisasi itu sendiri. Yang dimana Orang-orang di dalam organisasi menciptakan jaringan mereka sendiri di tempat kerja.
Budaya organisasi ini teridiri dari simbol yang di miliki bersama sepeti dari tindakan mereka, rutinitas mereka, dan percakapan merkan terhadap sesama anggota organisasi.
Teori Budaya Organisasi
a. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.
Jadi dapa disimpulkan teori ini Budaya organisasi dapat mempengaruhi cara kerja dan prilaku anggota organisasi.
Sesuai dengan lingkungannya cara kerja dan prilaku anggota bagus atau tidaknya itu di pengaruhi dari sistem yang ada pada organisasi, Jika sistem pada organisasi itu menerapkan aturan ungtuk di siplin pasti anggota organisasi akan menaati dan terus menerapkan itu pada dirinya sehingga cara kerja dan prilaku anggota menjadi disiplin.
b. Menurut West dan Turner (2008), menyatakan bahwa Orang-orang adalah seperti laba-laba yang tergantung di dalam jaring yang mereka ciptakan di tempat kerja. Sebuah budaya organisasi terdiri atas simbol yang dimiliki bersama, dan tiap-tiap simbolnya memiliki makna yang unik. Kisah-kisah perusahaan, ritual, dan serangkaian ritusnya merupakan contoh dari budaya organisasi.
Jadi dapat disimpulkan semua orang tidak dapat hidup sendiri pasti mereka akan berkomunikasi dengan seseorang, komunikasi inilah yang akan menciptakan jaring di tempat kerja mereka,
Dengan cara berkomunikasi, berbagi cerita, dan saling mengutarakan pendapat untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di tempat kerja. itu akan membuat jaringan di tempat kerja semakin kuat, karna saat kalian masuk suatu organisasi kali pasti akan mengalami pengalaman atau kejadi-kejadian yang membuat anda senang dan sedih dari itu kalian akan merasa ingin menceretakan pengalaman-pengalam yang kalian alami pada seseorang.
Fungsi perana budaya organisasi
Pemimpin memberi peranan penting dalam membentuk budaya kerja pada organisasi.karna pemimpin yang membuat aturan dan sistem dalam organisasi dan itu yang akan mempengaruhi/berdampak seperti :
- Menambahkan rasa kepemilikan dan menaikkan loyalitas anggota dalam perusahaan.
- Digunakan sebagai alat untuk mengorganisasikan anggota.
- Memperkuat nilai anggota organisasi.
- Untuk mengontrol perilaku di dalam lingkungan kerja
- Mendorong semua anggota untuk meningkatkan kinerja dalam organisasi serti dalam bentuk penghargaan dll.
- Sebagai penentu arah, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.
Asumsi Teori budaya organisasi
Terdapat tiga asumsi yang mengarahkan teori budaya organisasi, ingatlah adanya kebaragaman dan kompleksitas dari kehidupan organisasi. Selain itu, pahamilah bahwa ketiga asumsi ini menekankan pandangan mengenai proses dari sebuah organisasi yang dikemukakan oleh Pacanowsky dan O'Donnell Trujillo ;
- Anggota-anggota organisasi menciptakan dan mempertahankan perasaan yang dimiliki bersama mengenai realitas organisasi, yang berakibat pada pemahan yang lebih baik mengenai nilai-nilai sebuah organisasi.Maksud asumsi pertama ini anggota-anggota organisasilah yang menjadi peran penting dalam menciptakan nilai-nilai yang ada pada organisasi, Karena setiap individu-individu ini mencakup karyawan, supervisor, dan atasan. Dari setiap tindakan dan tingkah laku moral mereka akan menentukan nilai-nilai sebuah organisasi
- penggunaan interpretasi simbol sangat penting dalam budaya organisasi. Maksudnya Simbol ini lah membedakan suatu organisasi dengan organisasi yang lain. setiap organisasi pasti memiliki simbol yang bebeda-beda, simbol ini bisa dapa berupa simbol fisik (seni, desain, logo bangunan, dekorasi pakaian, dan penampilan benda material), simbol prilaku (upacara, ritual tradisi, kebiasaan, penghargaan, dan hukuman), dan simbol verba (anekdot, lelucon jargon, nama sebutan, kisah, mitos, sejarah metafora)
- Budaya bervariasi dalam organisasi-organisasi yang berbeda, dan interpretasi tindakan dalam budaya ini juga beragam.Maksud asumsi ketiga ini setiap organisasi pasti memiliki peratuan/sistem yang berbeda-beda tidak semua sama dari situ pasti kebiasaannya juga berbeda, karna setiap individu-individu juga memiliki pendapat dan prilaku yang bebeda-beda perbedaan latar belakang seseorang juga berperngaruh. Semua perbedaan itu tergantung dari cara pemimpin dan para anggota-anggota organisasi berprilaku.
Performa Komunikatif
Pacanowsky dan O'Donnell Trujillo (1982) menyatakan bahwa anggota organisasi melakukan performa komunikasi tertentu yang berakibat munculnya budaya organisasi yang unik. Performa (performance) adalah metafora yang menggambarkan proses simbolik dari pemahaman akan prilaku manusia dalam sebuah organisasi.
Performa Ritual
West dan Turner (2008) menyatakan bahwa performa ritual adalah semua performa komunikasi yang terjadi secara teratur dan berulang-ulang. Performa Ritual terdiri atas empat jenis sebagai berikut ;
- Ritual personal mencakup semua hal yang anda lakukan secara rutin di tempat kerja. Seperti sampai tempat kerja tepat waktu, atau kebiasan lain yang yang hanya anda lakukan sementara yang lain tidak itu juga termasuk, dan kebiasaan kalian main HP saat kerja juga termasuk.
- Ritual tugas adalah prilaku rutin yang dikaitkan dengan pekerjaan seseorang. misalnya perkerjaan yang biasa anda kerjakan di tempat kalian berkerja, dan ritual tugas membantu menyelesaikan pekerjaan seseorang.
- Ritual sosial adalah rutinitas verbal dan nonverbal yang biasanya mempertimbangkan interaksi dengan orang lain.Misalnya berkumpul bersama teman kerja saat sudah pulang kerja, saling menceritakan pengalaman di tempat kerja, dan membicarkan hal-hal lain.
- Ritual organisasi adalah kegiatan perusahaan yang sering dilakuka. Seperti rapat divisi, rapat fakultas, dan rapat rutin lainnya yang ada di perusahaan.
Saat kita memasuki sebuah organisasi dan telah lama disana pasti kita mempunnyai pengalaman-pengalaman yang ingin kita cerita kan pada seseorang entah itu pengalam yang mengembirakan atau pengalaman yang menyedihkan. Kisah kisah yang kita ceritakan ke orang lain itulah performa hasrat.
Seperti yang di katakan Vardiansyah dan Febriani (2017), dorongan manusia sejak lahir untuk terus berupaya menyampaikan pesan kepada manusia lain. Sepanjang hidup, manusia terus berkomunikasi. Didorong oleh naluri komunikasi dan naluri ingin tahu.
Pesan yang dimaksud ini adalah kisah-kisah pengalaman diri sendiri atau pengalaman orang lain yang pernah mereka alami dan menceritakannya pada orang lain bisa sebuah kata/tulisan seperti ini atau sebuah film layar lebar, dan juga bisa mendengan cerita langsung dari orang yang mengalaminya.
Performa Sosial
Merupakan perpanjangan sikap santun dan kesopanan untuk mendorong kerjasama di antara anggota organisasi.
Vardiansyah dan Febriani (2017) mangatakan bahwa naluri sosial yaitu dorongan yang dibawa manusia sejak lahir untuk hidup bersama dengan manusia lain, membuat manusia disebut makhluk sosial. Tidak ada manusia yang mampu hidup sendiri tanpa berinteraksi dengan manusia lain. Namun, manusia juga memiliki naluri antisosial.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas manusia pasti berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhannya, dan manusa juga memiliki akal dan budi sehingga tau jika harus berkomunikasi dengan bersikap yang benar. Seperti bersikap sopan pada yang tua dan pada atasa di tempat kerja.
Performa Politis
Ketika budaya organisasi mengomunikasikan Performa politis, budaya ini sedang menjalankan kekuasaan atau kontrol. Ketika anggota organisasi terlibat dalam performa politis, mereka mengomunikasikan keinginan untuk mempengaruhi orang lain. Dalam organisasi untuk mempengaruhi menurut saya lebih efektik untuk menggunakan teori dua langkah.
Teori lebih efektif karena teori berpendapat bahwa orang lebih dipengaruhi orang lain dari pada langsung oleh media massa.
jadi maksudnya tidak hanya media massa yang mempengaruhi tetapi orang(opinion leader) juga mempengaruhi masyarakat, opinion leader ini yang akan menyebarkan/menjelaskan kembali pengaruh ke masnyarakat.
Performa Enkulturasi
Merujuk pada bagaimana anggota mendapat pengetahuan dan keahlian untukdapat menjadi anggota organisasi yang mampu berkontribusi.
DAFTAR PUSTAKA :
- McQuail, Denis; Windahl, Sven. (1993-Edisi 2). Commuunication Models for the Study of Mass Communication. Penerbib Longman
- Vardiansyah, Danni; Febriani, Erna. (2017). Filsafat Ilmu Konunikasi: Pengantar Ontologi Epistemologi Aksiologi. Penerbit Indeks
- West, Richard; Turner, Lynn H. (2008- terjemahan Edisi 3). Pengantar Teori Komunikasi: Analisi dan Aplikasi. Penerbit Selemba Humanika

Komentar
Posting Komentar